RESUME PENGENALAN PERUSAHAAN
PT PLN (PERSERO)
UNIT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN BOGOR
(UDIKLAT BOGOR)
Nama : SYAHRIL Tempat Pelatihan : GSG Pusdiklat Jakarta Selatan Bidang : INFORMASI TEKNOLOGI (IT) Beasiswa Tanggal : 12 -22 Oktober 2009
NIM : 09340028 Unit/Wilayah : Maluku dan Maluku Utara
| No. | Hari/Tanggal | Pemateri | Judul Materi | Jam | Materi |
|
1. |
Senin 12 Oktober 2009 |
Djoko Hastowo
|
Pengenalan Perusahaan |
08.00 – 10.00 |
visi PLN adalah diakui sebagai perusahaan kelas dunia yang bertumbuh kembang unggul, dan terpercaya dengan bertumpu pada potensi insani
|
|
2. |
Senin 12 Oktober 2009 |
Djoko Raharjo |
Sisdiklat |
10.15 – 12.00 |
Tujuan Sisdiklat:
Jenis Diklat:
|
|
3. |
Senin 12 Oktober 2009 |
Pembekalan Distribusi |
Ngurah Adnyana |
13.00 – 15.00 |
Visi dan Misi Distribusi
Diakui sebagai pengelola distribusi tenaga listrik yang efisien dengan keandalan dan kualitas pasokan listrik yang memenuhi tuntutan pelayanan kelas dunia
Pembagian Distribusi PLN
Strategi Utama Mewujudkan Visi Distribusi 2012
Kinerja Distribusi Utama
Penekanan Susut 2009 – 2012
Kesimpulan
|
|
4. |
Senin 12 Oktober 2009 |
Jihana Kartanegara |
Budaya Perusahaan |
15.15 – 17.00 |
Berubah berarti beradaptasi, menyesuaikan diri, dan menjadi lebih berdaya untuk mempertahankan dan meneruskan kehidupan. Faktor-faktor yang perlu diadaptasi:
Tekanan eksternal yang mendorong perubahan:
3 tipe perilaku yang medorong perubahan:
Bentuknya:
Bentuk ikatan afeksional:
Ikatan afeksional tidak ada
Sikap dalam kerja:
Misi Perusahaan: - Menjalankan bisnis kelistrikan dan bidang lain terkait yang berorientasi pada kepuasan pelanggan, karyawan, dan pemegang saham. - Menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. - Mengupayakan agar tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan ekonomi. - Menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan. BUDAYA PERUSAHAAN harus dipahami oleh seluruh SDM Perusahaan, sehingga memberi manfaat bagi :
Tata nilai perusahaan: - Saling percaya, suasana saling percaya dan menghargai di antara sesama anggota perusahaan. - Integritas, Wujud dari sikap anggota Perusahaan yang secara konsisten menunjukkan kejujuran, keselarasan antara perkataan dan perbuatan, dan rasa tanggung jawab - Peduli, Cerminan dari suatu niat untuk menjaga dan memelihara kualitas kehidupan kerja yang dirasakan anggota perusahaan, pihak-pihak yang berkepentingan - Pembelajar, Sikap anggota perusahaan untuk selalu berani mempertanyakan kembali sistem dan praktik pembangunan, manajemen dan operasi, serta berusaha menguasai perkembangan ilmu dan teknologi mutakhir demi pembaharuan Perusahaan secara berkelanjutan. |
|
5. |
Selasa 13 Oktober 2009 |
Bagiyo Riawan |
Diklat Prajabatan S1/D3 |
08.00 – 10.00 |
Menyiapkan Pembangkit Listrik Memenuhi Kebutuhan Sistem Kelistrikan |
|
6. |
Selasa 13 Oktober 2009 |
Ir. Bowo Setiadji M.Sc |
Diklat Prajabatan Bidang Transmisi |
10.15 – 12.00 |
- Perencanaan sistem kelistrikan - Studi kelayakan - Desain konsep - Desain rinci - Pengadaan dan pabrikasi/pengetesan - Konstruksi dan komisioning - Serah terima - Operasi Perlunya perencanaan dalam penyediaan tenaga listrik - Cara untuk memenuhi kebutuhan beban - Perlu waktu lama untuk membangun suatu pembangkit dan transmisi terkait - Keandalan dan mutu mempunyai harga - Keterbatasan harga untuk investasi - Diinginkan harga yang dibayar konsumen serendah mungkin (namun harus tetap sustainable) Horizon Perencanaan Sistem Tenaga Listrik - Perencanaan jangka pendek (1-5 tahun)
- Perencanaan jangka menengah (5 – 10 tahun)
- Perencanaan jangka panjang (> 10 tahun)
Azas Perencanaan Sistem Tenaga Listrik - Objective: Diinginkan harga listrik yang dibayar konsumen ‘serendah mungkin’ - Azas Least Cost : pemenuhan kebutuhan tenaga listrik pada tingkat mutu dan keandalan tertentu dan sustainable, dengan biaya yang minimal bagi masyarakat Ruang Lingkup Studi Sistem Kelistrikan - Analisa power & energy balance : untuk mengidentifikasi supply and demand di sistem untuk suatu kurun waktu - Identifikasi kurva beban sistem kelistrikan - Perencanaan pengembangan sistem kelistrikan (pembangkit, transmisi & gi) - Analisa sistem - Analisa keandalan Perencanaan Transmisi Dan Gardu Induk - Parameter :
Faktor-Faktor Yang Dipertimbangkan dalam Konsep Desain Gardu Induk: - Lingkungan - Sistem tenaga listrik - Sistem operasi dan pertimbangan - Persyaratan keselamatan dan keamanan - Biaya Tahapan Proyek: - Perencanaan sistem kelistrikan - Konseptual
- Pra kontrak :
- kontrak :
Tujuan Operasi Sistem: - Keandalan - Ekonomis - Mutu Tujuan Operasi Sistem - Ekonomi - Sekuriti - Mutu Dinamika Status Sistem - Normal - Siaga - Darurat - Kondisi ekstrim - Pemulihan Kriteria Keandalan - 1 unit pembangkit trip, sistem tetap aman - 1 ruas transmisi atau 1 transformator trip, penyaluran ke konsumen tetap berlangsung pengendalian Mutu Sistem - Frekuensi stabil 50 ± 0,2 Hz - Tegangan stabil ± 5% Tegangan Nominal
Keekonomian Operasi - Jumlah biaya total dalam satu periode adalah yang terendah dari opsi yang ada - Biaya total:
Peralatan transmisi yang dikelola - Saluran Udara Transmisi (Konduktor, Isolator, Tower Dan Pondasi) - Saluran Kabel Tanah - Saluran Kabel Laut - Transformator Tenaga - Busbar/ Kopel - Pemutus Tenaga - Pemisah - Potensial Transformer - Current Transformer - Proteksi Gardu Induk(Trafo, Busbar, Diameter) - Proteksi Saluran Transmisi - Scada & Telekomunikasi - Battere Manajemen Energi, adalah pendekatan sistematis dan terpadu Manajemen energi dilakukan pada: - Pra operasi, dilakukan pada saat perencanaan sistem - Operasi real time, dilakukan melalui strategi operasi berdasarkan kondisi sistem secara real time. Manajemen energi melliputi: - Ramalan beban (load forecast) - Simulasi produksi - Unit komitmen
Tujuan Pemeliharaan: - Meningkatkan reability - Memperpanjang umur - Memperpanjang interval - Mengurangi resiko terjadinya kegagalan - Meningkatkan safety - Mengurangi lama waktu padam - Waktu pemulihan yang efektif Pola Pemeliharaan - Time based (refer Manual Book dari Pabrikan) - Conditional based, memerlukan alat bantu TI yang baik dengan data updated serta kemampuan analisa tentang kondisi peralatan - Pemeliharaan darurat (Breakdwon Maintenance) Jenis-jenis Pemeliharaan - Pemeliharaan prediktif - Pemeliharaan preventif - Pemeliharaan korektif - Pemeliharaan daruurat/perbaikan
- Manajemen asset transmisi - Manajemen operasi sistem - Manajemen kinerja transmisi |
|
7. |
Selasa 13 Oktober 2009 |
Kusdwikandi Nirmalaratri |
Visi dan Misi PT PLN (Persero) |
13.00 – 15.00 |
Visi PLN adalah diakui sebagai perusahaan kelas dunia yang bertumbuh kembang unggul, dan terpercaya dengan bertumpu pada potensi insani Ciri perusahaan kelas dunia: perusahaan yang mempunyai barometer kelas dunia - Merupakan barometer standar kualitas pelayanan dunia - Memiliki cakrawala pemikiran yang murahir - Terdepan dalam pemanfaatan teknologi - Harus akan kesempurnaan kerja dan perilaku - Merupakan perusahaan idaman bagi pencari kerja Tumbuh kembang: - Mampu mengantisipasi berbagai peluang dan tantangan usaha - Konsisten dalampengembangan standar kinerja Unggul: - Terbaik, terkemuka dan mutahir dalam bisnis kelistrikan - fokus dalam usaha memaksimasi potensi insani - Peningkatan kualitas input, proses dan output produk dan jasa pelayanan secara berkesinambungan Terpercaya: - Memegang teguh etika bisnis - Konsisten memenuhi standar layanan yang diperjanjiikan - Menjadi perusahaan faaforit para pihak Potensi insane: - Berorientasi padapemenuhan standar kualitas - Kompeten, potensial dan berpengalaman Misi: - Menjalankan bisnis kelistrikan dan bidang lain yang terkait, berorientasi pada kepuasan pelanggakn, anggota perusahaan dan pemegang saham - Menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas kehiudupan masyarakat - Mengupayakan agar tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan ekonomi - Menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan. Tujuan strategis perusahaan: untuk mencapai visi dan misi perusahaan - Menjalankan program-program yang telah titetapkan dalam jangka waktu pendek ataupun panjang - Melakukan penjualan tenaga listrik - Pelayanan prabayar - Program Strategi dan program kegiatan: yang dilakukan PLN dalam waktu jangka pendek.
- Rasionalisasi subsidi, harga jual dan margin: 2010: - Menerapkan struktur rarif baru - Penyempurnaan mekanisme oerhitungan BPP - Mengupayakan perolehan tambahan margin sebesar 3% terhadat BPP 2011 - Struktur tariff mengacu pada harga perekonomian - Peningkatan pendapatan: 2010 - Focus pemsaran pelanggan besar dengan tariff di atas BPP - Intensitasi harga jual tenaga listrik >= - Pengendalian pendapatan
- Perbaikan rasio Fuel Mix - Meningkatkan efisiensi - Demand side manajement - Pengendalian arus kas
|
|
8. |
Selasa 13 Oktober 2009 |
Supriyanto |
Proses Bisnis PT PLN (Persero) |
15.15 – 17.00 |
PT PLN sebagai PKUK
Directorat perencanaan dan teknologi, Menyusun kebijakan perusahaan di bidang perencanaan strategis korporat, perencanaan sisten, pengembangan proses bisnis dan sistem informasi dan pengembangan teknologi enjineriing Directorat luar jawa madura bali, Menyusun kebijakan perusahaan di bidang engusahaan dan pengelolaan pembangkitan, distribusi dan transmisi serta pengelolaan pemasaran dan niga luar jawa madura dan bali Directorat konstruksi strategis Directorat Sumberdaya manusia dan umum Directorat Keuangan
Proses perencanaan
Proses pembuatan rencana jangka panjang
Ketidakpastian dalam Perencanaan strategis
Kegiatan pembangunan
Value chain
Fungsi niaga:
Kondisi Umum
The supply chain of electricity
Kegiatan usaha:
Strategi usaha: Restrukturisasi keuangan, restrukturisasi korporat, peningkatan efisiensi, pengembangan fasilitas tenagalistrik, memperkuat imej perseroan, strategi menejemen energi. |
|
9. |
Rabu 14 Oktober 2009 |
Yusuf Hamdani |
Kisi-Kisi Keuangan |
08.00 – 10.00 |
Issue terkini keuangan PLN v Tantangan v Biaya pokok penyediaan tinggi akibat porsi BBM relatif tinggi v Tarif dasar listrik terlalu rendah v Kebutuhan pendanaan investasi rendah v Currency mismatch (pendapatan dalam rupiah, sebagian rupiah dan pinjaman dalam mata uang asing) v Harapan v Sistem PSO menjamin EBITDA psoitif v Collection periode rendah (sekitar 8 hari) v Interpedensi dengan pemerintah tinggi -> rating PLN=pemerintah v Dikenal dipasar obligasi dengan track record baik
Anggaran (rencana kerja dan anggaran pekerjaan) Keputusan menteri BUMN No. Kep. 101/MBU/2002 tgl 04 Juni 2002 tentang penyusutan RKAP BUMN: v Misi Perusahaan: v Menjalankan bisnis kelistrikan dan bisnis lain terkait yang berorientasi pada kepuasan pelanggan, anggota perusahaan dan pemegang saham. v Menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas kehiidupan rakyat v Mengupayakan agar tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan ekonomi v Menjalankan kegiatan usaha yang berwawsan lingkungan Pokok-pokok RKAP: v Ssaran usaha adalah sasaran operasionaluntuk mencapai misi perusahaan yang dijabarkan secara kuantitatif dalam tolak ukur keuangan, operasi dan administrasi v Strategi usaha adalah berbagai cara ayang akan dilaksanakan perusahaan untukmencapai sasaran usaha perusahaan Contoh program kerja: v Programrevenue manajement v Strategi pelayanan B2B v Menerapkan pra-bayar lebih agresif v Intensifikasi harga ke-ekonomian v Program cost manajement v Memperbaiki komposisi feul mix v Melakukan kendali atas biaya controllable v Biaya pegawai v Biaya pemeliharaan v Biaya administrasi v Menjamin pasokan neergi primer melalui kontrak jangka panjang v Melaksanakan demand management v Program cash flow management v Manajemen hutang usaha v Pendanaan melalui pasar modal dan perbankan v Pengendalian disburse investasi
Laporan keuangan Ikhtisar kebijakan akutansi
Sumber pendanaan Fast track project 10.000 MW Tarif dasar listrik dan subsidi |
|
10. |
Rabu 14 Oktober 2009 |
Lilik Ismanto |
Organisasi PT PLN (Persero) |
10.15 – 12.00 |
TUJUAN UTAMA PERUSAHAAN
Strategi organisasi harus dapat menjawab tujuan utama perusahaan. Bagaimana perusahaan bertumbuh, berkembang, unggul dan terpercaya -> menuju perusahaan kelas dunia. CHANGE or DIE
TATA NILAI (VALUES)
TATA NILAI PT PLN
PEMBENTUKAN MINDSET YANG SESUAI DENGAN LINGKUNGAN BISNIS
Strategi organisasi harus mampu menciiptakan mindset SDMnya dalam mendukung tujuan organisasi. -> menjawab tantangan bisnis yang terus berubah dengan cepat dan tidak pasti (uncertainty). FLAT ORGANISASI
ORGANISASI PLN
TUJUAN PENGEMBANGAN
Akan terwujud bila:
|
|
11. |
Rabu 14 Oktober 2009 |
Titik Cahya Ningsih |
Pembinaan Kompetensi dan Karir |
13.00 – 15.00 |
Maksud Pedoman dan pembinaan kompetensi dan karir yang transparan dan berkeadilan bagio setiap pegawai Tujuan Mempersiapkan pegawai yang memiliki integritas dan kompetensi tinggi, serta profesional dalam melaksanakan visi dan misi perseroan Pembinaan level kompetensi
Pembinaan Grade
Pembinaan Karir
Jalur Karir
Mutasi
Jenis Kompetensi:
|
|
12. |
Rabu 14 Oktober 2009 |
Hary Sutopo |
Kompetensi Inti dan Kompetensi Peran serta Nilai-nilai Perusahaan |
15.15 – 17.00 |
Manajemen sumber Daya Manusia Berbasis Kompetensi (MSDM-BK) Adalah pengelolaan pegawai secara optimal yang prosesnya didasarkan pada informasi tentang kebutuhan kompetensi dalam organisasi dan informasi tentang kompetensi individu. Kompetensi Perusahaan Visi dan Misi
Nilai-nilai Kerja
Kerangka budaya perusahaan PLN
|
|
13. |
Kamis 15 Oktober 2009 |
Syarifudin Ibrahim |
Niaga dan Pelayanan Pelanggan |
08.00 – 10.00 |
Niaga / Pemasaran
Pelayanan Pelanggan
Pembentukan nilai harapan pelanggan
Masalah yang sering dikeluhkan
Tata Usaha Langganan (TUL) Adalah suatu bisnis proses yang terdiri dari prosedur, proses dan pengendalian administrasi pelanggan mulai dari calon pelanggan mengajukan permohonan listrik sehingga menjadi pelanggan sampai pembuatan rekening pelanggan dan proses penagihan rekening yang merupakan sumber pendapatan perusahaan (PLN). Fungsi-fungsi dalam TUL
|
|
14. |
Kamis 15 Oktober 2009 |
Febriana S. Marpaung |
Pengenalan dan Pengembangan Diri |
10.15 – 12.00 |
Tujuan Pelatihan
Kepribadian Kepribadian adalah suatu organisasi yang dinamis dari sistem psiko – fisik individu yang menentukan tingkah laku dan pemikiran individu. Oleh Gordon W. Allport
Karakteristik kepribadian - Cara memberikan respon terhadap masalah - Bersifat unik - Dinamis, perilaku mungkin saja berubah-ubah melalui proses pembelajaran, pengalaman, reward-punishment, pendidikan, dll. - Merupakan hasil interaksi fisik/genetik, lingkungan, emosional, pemikiran. Struktur kepribadian -Sigmund Frued- Merupakan unsur atau komponen yang membentuk diri seseorang secara psikologis. - Das Es / Id, dorongan dasar yang harus dipuaskan, contoh lapar, maka harus makan agar kenyang - Das Ich / Ego, sebagai kemampuan otak atau akal yangmembimbing manusia untuk mencari jalan keluar terhadap suatu masalah melalui penalarannya. Contoh saya mengantuk, tapi saya harus menahan rasa ngantuk saya. Das Uber Ich / Super Ego, bertindak sebagai pengawas, berupa norma (agama, sosial), aturan.
Kecerdasan Emosi Adalah ”Kemampuan untuk mengenali, mengelola dan mengekspresikan emosi diri sendiri dengan ”tepat”, kemampuan untuk memotivasi diri sendiri maupun orang lain, dan kemampuan untuk membina hubungan dengan orang lain” Kecerdasan Emosi - Kompetensi pribadi
- Kompetensi sosial
Hakekat Manusia - Sebagai makhluk individu - Sebagai makhluk sosial - Sebagai makhluk Tuhan Manusia - Badan - Batin
Pikiran dan Emosi - Pikiran & Emosi tidak dapat bekerja bersamaan - Muatan Pikiran (+) à Emosi (+) Muatan Pikiran (-) à Emosi (-) - Otak ( “Pikiran”) akan bekerja lebih baik dalam lingkungan yang bersahabat daripada dalam lingkungan yang penuh tekanan. Makin tinggi ketenangan pikiran, makin besar kedamaian yang kita rasakan, makin besar kemampuan kita menikmati hidup yang bahagia dan menyenangkan. Emosional Adalah suatu reaksi kompleks yang berkaitan dengan kegiatan dan perubahan secara mencalam yang dibarengi dengan perasaan kuat atau disertai dengan keadaan afektif.
Tiga variabel aspek emosional: - Stimulus yang menimbulkan emosi - Perubahan fisiologis yang terjadi pada individu - Pola sambutan / reaksi Ciri-ciri emosi: - Lebih bersifat subyektif dibanding peristiwa psikologis lainnya (misal: pengamatan & berpikir) - Bersifat fluktuatif atau tidak tetap. - Banyak terkait dengan peristiwa pengenalan panca indera dan subyektif Konsep Diri: - Positif
- Negatif
|
|
15. |
Kamis 15 Oktober 2009 |
Heru Setiawan, SH |
Hubungan Industrial |
13.00 – 15.00 |
Serikat Pekerja (SP) Organisasi yang dibentuk dari, oleh dan untuk pekerja/buruh… yang bersifat bebas, terbuka, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab guna memperjuangkan, membela serta melindungi hak dan kepentingan pekerja serta meningkatkan kesejahteraan pekerja/buruh dan keluarganya. Subtansi Serikat Pekerja: - Pengusaha tidak dapat menghalangi dalamhal pekerja dalam membentuk SP - Keanggotaan bersifat sukarela - Anggota SP minimal 10 orang - Lima SP dapat bergabung menjadi satu federasi - Tiga federasi SP dapat bergabung menjadi satu SP konfederasi SP. Fungsi SP - Pihak dalam pembuatan PKB dan penyelesaian perselisihan. PKB adalah pengatur hak dan kewajiban pegawai - Wakil pekerja dalam LKS biparti/tripartit - Sarana menciptakan hubungan industrial yang harmonis, dinamis dan berkeadilan - Sarana penyalur aspirasi anggota - Sarana untuk memperjuangkan hak dan kepentingan anggota. Pembentukan SP - Setiap pekerja berhak membentuk dan menjadi anggota SP (minimal 10 orang) - SP dibentuk atas kehendak bebas pekerja - SP dibentuk berdasarkan sektor usaha/jenis pekerjaan/bentuk lain sesuai kehendak SP - SP berhak membentuk dan menjadi anggota federasi SP (minimal 5 SP) - Federasi SP berhak membentuk dan menjadi anggota konfederasi SP (minimal 3 federasi SP) Peraturan Perusahaan - Peraturan Perusahaan adalah peraturan yang dibuat secara tertulis oleh Pengusaha yang memuat syarat-syarat kerja dan tata tertib perusahaan - Pengusaha yang mempekerjakan Pekerja/Buruh sekurang-kurangnya 10 orang wajib membuat PP yang mulai berlaku setelah disahkan oleh Menteri atau Pejabat yang ditunjuk - Kewajiban membuat peraturan perusahaan tersebut tidak berlaku bagi Perusahaan yang telah memiliki Perjanjian Kerja Bersama (PKB) - Masa berlaku peraturan Perusahaan paling lama 2 (dua) tahun dan wajib diperbaharui setelah habis masa berlakunya. Pemberitahuan dan pencatatan SP/SB
- Daftar nama anggota pembentuk - AD dan ART - Susunan dan nama pengurus
Perjanjian kerja bersama (PKB) Perjanjian sebagai hasil perundingan antara SP/SB atau beberapa SP/SB dengan Pengusaha atau beberapa Pengusaha atau Perkumpulan Pengusaha yang memuat syarat-syarat kerja, hak dan kewajiban kedua belah pihak serta tercatat pada instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan.
Tujuan PKB
Fungsi PKB
Manfaat PKB
PKB paling sedikit - Hak dan kewajiban pengusaha - Hak dankewajiban pekerja Yang berhak membuat PKB - dibuat oleh SP/beberapa SP yang telah tercatat dengan pengusaha/beberapa pengusaha - Penyusunan PKB dulaksanakan secara musyawarah - PKB dibuat secara tertulis dengan huruf latin dan menggunakan bahasa Indonesia - Jika tidak terjadi kesepakatan, maka penyelesaiannya dilakukan melalui prosedur penyelesaian perselisihan hubungan industrial - Dalam satu perusahaan hanya dapat dibuat 1 PKB yang berlau bagi seluruh pekerja/buruh di perusahaan. Yang berhak mewakili perundingan PKB
Membangun HI yang kondusif
Sikap masing-masing pihak yang terlibat dalam HI (1-3) Sikap Pengusaha:
Sikap Pekerja:
Sikap/Fungsi Pemerintah:
Sarana pelaksanaan HI Fungsi LKB, sebagai forum komunikasi dan konsultasi dan musyawarah antara SP dan pengusaha pada tingkat perusahaan. Sebagai forum untuk membahas masalah hubungan industrial di perusahaan guna meningkatkan produktivitas kerja dan kesejahteraan pekerja yang menjamin kelangsungan usaha dan menciptakan ketenangan kerja. Tata cara pembentukan LKB
|
|
16. |
Kamis 15 Oktober 2009 |
Rudy Oetomo |
Merintis Sukses Karier melalui Sikap Kerja |
15.15 – 17.00 |
Kata Kunci: - Sukses ,adalah perjalanan bukan destinasi, seseorang akan disebut sukses bila ketika meraih cita-harapannya ia tidak memiliki banyak problem. - Karier , jabatan/profesi untuk mengekspresikan / men-demonstrate kemampuan / potensinya - Sikap kerja , bagaimana mengekspresikan / men-demonstrate kemampuan / potensinya
Values dan Paradigma - Nilai-nilai
- Paradigma
Valensi - Kemudi hidup Anda - Cenderung tetap 10 prinsip sukses - Berani bermimpi - Bertanggung Jawab - Kekuatan Keyakinan - Berani Bertindak - Sikap adalah segalanya - Mengembangkan Kebiasaan Produktif - Mengatur Emosi - Siap berhasil - Menyeimbangkan kehidupan - Berubah atau di ubah Manusia terdiri dari:; - Tubuh; jasmaniah/lahiriyah - Pikiran/intelektual - Hati/emosional - Jiwa/spiritual jiwa |
|
17. |
Jumat 16 Oktober 2009 |
Mujahir |
Operasi dan Maintenance Proteksi Scada dan Telekomunikasi |
08.00 – 10.00 |
Manajemen Pemeliharaan Peralatan Penyaluran Pemeliharaan peralatan sistem tenaga listrik dengan jumlah yang sangat banyak dalam satu sistem interkoneksi memerlukan pemikiran manajemen yang baik. Dalam hal ini perlu: - Perencanaan (palnning) - Pengorganisasian (organizing) - Penggerakan (actuating) - Pengendalian (controlling) dengan baik Pengertian dan Tujuan Pemeliharaan Peralatan Penyaluran Pemeliharaan peralatan listrik tegangan adalah serangkaian tingkatan atau proses kegiatan untuk mempertahankan kondisi dan meyakinkan bahwa peralatan dapat berfungsi sebagaimana mestinya sehingga dapat dicegah terjadinya gangguan yang menyebabkan kerusakan. Tujuan pemeliharaan adalah untuk menjamin kontinuitas penyaluran tenaga listrik dan menjamin keandalan, antara lain: - Untuk meningkatkan reliability, avaliability, dan effency. - Untuk memperpanjang umur peralatan - Mengurangi resiko terjadinya kegagalan atau kerusakan peralatan - Meningkatkan safety peralatan - Mengurangi lamawaktu padam akibat sering gangguan Jenis-jenis Pemeliharaan - Predictive Maintenance (conditional maintenance), adalah pemeliharaan yang dilakukan dengan cara mencegah terjadinya kerusakanperalatan secara tiba-tiba dan untuk mempertahankan unjuk kerja peralatan yang optimum sesuai umur teknisnya. Pemeliharaan ini juga disebut Curative maintenance, yang bisa berupa trouble shooting atau pergantian part/bagian yang rusak. - Corective Maintenance, adalah pemeliharan yang dilakukan secara terencana ketika peralatan listrik mengalami kelainan - Breaker Maentenance Gangguan Sistem dan Non Sistem - Gangguan Sistem adalah gangguan yang terjadi di sistem tenaga listrik seperti pada generator, trafo, SUTT, SKTT, dan lain sebagainya. - Gangguan non sistem, PMT terbuka tidak selalu disebabkan oleh terjadinya gangguan pada sistem, dapat saja PMT terbuka karena relai yang bekerja sendiri atau kabel kontrol yang terluka atau oleh disebabkan interferensi dan gangguan sebagainya Jenis gangguan non sistem: - Kerusakan komponen relai Sistem Proteksi - Fungsi peralatan proteksi adalah untuk mengidentifikasi gangguan dan memisahkan bagian jaringan yang terganggu dari bagian lain yang masih sehat serta sekaligusmengamankan bagian yang masih sehat dari kerusakan yang lebih besar. - Fungsi Pemutus Tenaga / circuit breaker (PMT) Untuk memisahkan/menghubungkan satu bagian jaringan denganbagian lain, baik jaringan dalam keadaan normal maupun dalam keadaan terganggu. Batas dari bagian-bagian jaringan tersebut dapat terdiri dari satu PMT atau lebih.
Syarat Sistem Proteksi yang harus dipenuhi: - Sensitif, mampu merasakan gangguan sekecil apapun - Andal, akan bekerja bila diperlukan dan tidak akan bekerja bila tidak diperlukan (security) - Selektif, mampu memisahkan jaringan yang terganggu saja - Cepat, mampu bekerja secepat-cepatnya. Peralatan utama yang terpasang di gardu induk - Pemutus tenaga - Pemisah - Trafo pengukuran - Busbar - Surge/lightning arrester - Trafo tenaga, kapasitor reakor |
|
18. |
Jumat 16 Oktober 2009 |
Suratno |
Interkoneksi Sistem Tenaga Listrik |
10.15 – 12.00 |
Sistem Tenaga Listrik - Konsumen listrik berada tersebar di manapun - Pembangkit litrik (pusat listrik) berada pada lokasi tertentu - Sistem transmisi merupakan sarana untuk menghubungkan pusat listrik dengan konsumen (sistem distribusi). Sistem transmisi menggunakan tegangan tinggi 70 kV serta tegangan ekstra tinggi 500 kV. Sejarah sistem jawa bali - Sistem jawa barat - Sistem jawa tengah - Sistem jawa timur - Sistem bali Tugas utama PLN P3B jawa bali - Mengoperasikan sistem tenaga listrik jawa-bali - Mengopoerasikan danmemelihara instalasi sistem transmisi tenaga listrik jawa-bali - Mengelola pelaksanaan jual beli tenaga listrik di sisi tegangan tinggi sistem jawa bali - Membangun kelengkapan instalasi sistem transmisi tenaga listrik jawa bali Fungsi pelayanan - Perusahaan pembangkit
- Unit distribusi
Permasalahan operasi sistem - pengaturan frekuensi, fluktuasi frekuensi. Frekuensi sistem:
- Pengaturan tegangan, MX sulit ditransfer - Biaya operasi, biaya bahan bakar, perlu subsidi - Pengembangan sistem dan investasi - Gangguan sistem penyaluran, alam, alat, sosial - Pemeliharaan peralatan Batasan tegangan - Mencegah voltage collapse maka tegangan harus dipertahankan dalam batasan Nominal Normal 500 kV +5%, -5% 150 kV +5%, -10% 70 kV +5%, -10% 20 kV +5%, -10% - Pengaturan tegangan, pembangkit, kapasitansi pht, tap trafo, kapasitor/reakor dll Hirarki perencanaan dan operasi sistem - Perencanaan Tahunan - Perencanaan Bulanan - Perencanaan Mingguan - Perencanaan Harian - Perencanaan Real time Pelaksanaan pengendalian operasi sistem - Pusat pengatur beban - Pusat pengatur region |
|
19. |
Jumat 16 Oktober 2009 |
Andy Darma Setyawan |
Sharing Pemeliharaan Penyaluran Primary Equipment |
13.00 – 15.00 |
Kerusakan peralatan dapat terjadi karena: - Kesalahan desain - Kesalahan pemilihan material - Kesalahan proses pembuatan - Kesalahan pemasangan Saluran Daya energi Listrik - SUTT (saluran Udara Tegangan Tinggi) - SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi) - SUTM (Saluran Udara Tegangan Menengah) - SKTM (Saluran Kabel Tegangan Menengah) - SKTT (Saluran Kabel Tegangan Tinggi) - SUTR (Saluran Udara Tegangan Rendah)
Peralatan utama yang terpasang di gardu - Pemutus tegangan (TMP) - Pemisah (PMS) - Arrester/ lightning arrester (LA) - Trafo pengukuran (CT dan PT) - Busbar - Trafo tenaga - Panel pengaman - Battere - Srana komunikasi Pemeliharaan transformator - Tahanan isolasi - NGR - Rasio kumparan - Relay bucholz - Sudden pressure - Rale jansen - OLTC |
|
20. |
Jumat 16 Oktober 2009 |
Jumadis Abda |
Pelayanan Distribusi |
15.15 – 17.00 |
PELAYANAN PELANGGAN Pelanggan adalah seseorang atau sekelompok orang yang menggunakan atau menerima produk atau pelayanan dari individu atau organisasi. Karakteristik pelanggan - Orang paling penting yang menghubungi kita secara langsung, melalui surat atau telepon. - Tidak bergantung kepada kita, kita yang bergantung kepada mereka. - Bukan merupakan pengganggu pekerjaan kita, mereka adalah tujuan pekerjaan kita. - Kita bukan berbuat baik terhadap pelanggan dengan melayani mereka, merekalah yang berbuat baik kepada kita karena membuat kita melakukan fungsi itu. - Pelanggan bukan merupakan angka statistik, mereka adalah manusia yang memiliki perasaan dan emosi seperti kita. - Pelanggan bukan merupakan seseorang untuk lawan berdebat. Tidak seorang pun yang menang dalam berdebat dengan pelanggan. - Pelanggan adalah orang-orang yang membawa keinginan & kebutuhan, tugas kita untuk memenuhinya, yang dengan itu akan menguntungkan pelanggan dan perusahaan.
Macam pelanggan - Internal Customer, orang-orang yang terlibat dalam proses produksi dan jjasa yang kita hasilkan. - Eksternal Customer, orang yang berada di luar organisasi suatu perusahaan, yang menerima barang/jasa dari perusahaan. Inti kualitas layanan - Sikap mendahulukan pelanggan
- Sikap positif
- Kecerdasan operasional
- Orientasi ke orang lain
- SDM yang andal
- Tanggung jawab pribadi
- Rasa hormat
- Dapat dipercaya
PLN Distribusi - Area Pengatur Distribusi, mengatur operasi jaringan operasi - Area Jaringan
- Area Pelayanan, Melayani pelanggan
Area Organisai Pelayanan Manajer - Asisten Manajer Pemasaran dan Pelayanan Pelanggan - Asisten Manajer Pencatatan Meter - Asisten Manajer Komersial - Asisten Manajer Administrasi dan Keuangan - Asisten Manajer Pengendalian Susut Organisasi Area PLN
Tugas Area Jaringan APP (Alat Pengukur dan Pembatas) Pelayanan Teknik - Pembangunan Jaringan Baru, Pembangunan jaringan baru untuk mendukung pelayanan penyambungan baru pelanggan dan peningkatan keandalan - Pemeliharaan, Pemeliharaan dilakukan untuk menjaga kontinuitas pelayanan kepada pelanggan dengan mutu dan keandalan yang sesuai dengan standar - MUTU DAN KEANDALAN
Tingkat Mutu Pelayanan - Tegangan
- Frekwensi, frekwensi pelayanan yang dijamin - Keandalan
- Pelayanan
- Baca meter
|
|
21. |
Sabtu 17 Oktober 2009 |
Jumadis Abda |
Kompetensi dan Kompetensi Peran |
08.00 – 10.00 |
Manajemen sumberdaya manusia berbasis kompetensi adalah pengelolaan pegawai secara optimal yang prosesnya didasarkan pada informasi tentang kebutuhan kompetensi dalam organisasi dan informasi tentang kompetensi individu. Kompetensi diperoleh melalui: - Pendidikan - Pelatihan - Pengalaman, atau - Bakat bawaan Karakteristik mendasar untuk keberhasilan: - Nilai-nilai - Konsep diri - Motif - Ciri bawaan Kompetensi perusahaan - Strategi korporat -> strategi bisnis - Budaya perusahaan -> perilaku dan kebiasaan Kompetensi Inti, jenis kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap individu pegawai, yaitu - (Integrity) – ING - Orientasi melayani pelanggan (Customer Service Orientation) – CSO - Orientasi pada pencapaian (Achievement Orientation) – ACH - Pembelajaran berkesinambungan (Continuous Learning) – CLE - Adaptasi (Adaptability) – ADP Kompetensi Peran, jenis kompetensi yang diperlukan pada jabatan tertentu di perusahaan baik jabatan struktural maupun fungsional, terdiri dari: - Mempengaruhi (Impact and Influenced) – IMP - Membangun Hubungan (Relationship Building) – RSB - Mengembangkan Orang Lain (Developing Others) – DEV - Peduli Kualitas (Concern for Order, Quality and Accuracy) – CFO - Pengambilan Keputusan (Decision Making) – DCM - Kerjasama Kelompok (Team Work) – TWK - Spirit Bisnis (Business Spirit) – BSS - Berpikir Strategis (Strategic Thinking) – SIT - Memimpin Kelompok (Team Leadership) – TLD - Sikap Peduli Keselamatan dan Lingkungan (Safety and Environmental Awareness) – SEA - Hubungan Antar Pribadi (Interpersonal Relationship) – IPR Kompetensi Bidang, jenis kompetensi yang diperlukan sesuai dengan jenis dari masing-masing individu pegawai untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan secara teknis baik jabatan yang bersifat struktural maupun fungsional. Nilai-nilai Kerja - Nilai kerja intrinsik
- Nilai kerja ekstrinsik
Unsur kompetensi inti - Integritas - Orientasipelayanan pelanggan - Orientasi pencapaian - Adaptasi unsur kompetensi Peran - Concern for order dan quality - Team work - Business - Impact dan influence - Strategic thinking Nilai, meliputi - Keyakinan yang mendasari pilihan - Elemen pertimbangan yang memperngaruhi pikiran seseorang - Apa yang benar atau salah Pembentukan Nilai - Bisa melalui masyarakat atau lingkungan keluarga dan teman - Terbentuklah suatu perilaku dan sikap - Barulah terbentuk nilai Kerangka Budaya Perusahaan PLN - Falsafah-Visi-Misi-Tata Nilai Perusahaan
- Panduan Kerja Operasional Perusahaan
Nilai Peduli - Memahami kepentingan orang lain. - Mau membantu orang lain yang mengalami kesulitan dalam menangani pekerjaan. - Menghargai waktu dalam menjalankan tugas perusahaan. - Menaruh perhatian dan mengambil inisiatif untuk mengatasi masalah-masalah yang timbul di Perusahaan. - Sopan dan menghormati orang lain. - Memelihara, melengkapi, dan memperbaharui informasi yang berhubungan dengan bidang tugasnya. - Memberikan pelayanan sebaik mungkin, baik terhadap sesama anggota Perusahaan, pelanggan, maupun mitra kerja. - Memberikan perhatian dan penghargaan terhadap prestasi. - Bersedia menerima dan memberi teguran sesuai dengan peraturan yang berlaku. - Menjaga dan memelihara sarana dan fasilitas Perusahaan yang menjadi tanggung-jawabnya. - Mengutamakan kepuasan pelanggan dan memperhatikan kepentingan stakeholder. - Menciptakan sistem dan prosedur yang tidak berbelit-belit (birokratis) dan cara kerja yang memberikan kemudahan pada orang lain. - Mewaspadai dan mencermati gejala-gejala yang timbul di lingkungan kerja serta berusaha melakukan tindakan yang diperlukan. - Membantu kesulitan rekan kerja dalam membangun semangat kebersamaan untuk mencapai keberhasilan bersama. - Memberi perhatian dan menghargai pendapat orang lain serta bersedia melakukan koreksi diri. - Berusaha mendapatkan masukan untuk meningkatkan mutu produk dan pelayanan. Nilai Pembelajar - Bersedia berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan sesama anggota Perusahaan. - Menumbuhkan rasa ingin tahu serta menghargai ide dan karya inovatif. - Mendorong anggota Perusahaan untuk berinisiatif dalam pengembangan diri secara terus-menerus. - Membiasakan diri untuk berbicara secara realistik yang didukung oleh data dan fakta. - Bekerja berdasarkan standar terbaik dan profesional sehingga didapatkan kualitas dan kuantitas hasil pekerjaan yang berbobot. - Memelihara semangat untuk beradaptasi dalam mengelola perubahan secara konstruktif. - Memelihara achievement motivation yang tinggi. - Proaktif mencari peluang pengembangan usaha serta memimpin dinamika perubahan usaha. - Membangun semangat kerjasama untuk menunbuhkan sinergi antar fungsi dan antar tim. - Memberdayakan orang lain untuk maju dan mandiri. Integritas (rumusan pada budaya perusahaan) Wujud dari sikap anggota Perusahaan yang secara konsisten menunjukkan kejujuran, keselarasan antara perkataan dan perbuatan, rasa tanggung jawab thd pengelolaan perusahaan dan pemanfaatan kekayaan perusahaan utk kepentingan baik jangka pendek maupun jangka panjang, serta rasa tanggung jawab thd semua pihak yang berkepentingan Direktori kompetensi Kemauan dan kemampuan mematuhi peraturan dan etika perusahaan, menegakan kejujuran, bertanggung jawab, berani menyampaikan kebenaran, menyelaraskan perilaku pribadi terhadap nilai-nilai perusahaan agar terwujud landasan yang kuat dalam mencapai tujuan perusahaan. |
|
22. |
Sabtu 17 Oktober 2009 |
Okto Rinaldi |
Etika Profesi |
10.15 – 12.00 |
Etika adalah pandangan hidup suatu masyarakat/komunitas tertentu, tentang dasar prinsip aturan hidup yang diyakini baik. Profesi adalah suatu pekerjaan yang mensyaratkan fisik, kompetensi, dan sikap perilaku tertentu. Profesional adalah melaksanakan pekerjaan dengan taat dan patuh kepada kaidah yang dipersyaratkan oleh profesi tertentu. Etika secara umum - Etika umum, pengertian teori - Etika khusus, penerapan moral secara khusus - Etika individual - Etika sosial Pembagian etika sosial - Sikap - Etika keluarga - Etika profesi - Etika politik - Etika ideologi - Etika lingkungan Sistem penilaian etika - Titik berat penilaian etika sebagai suatu ilmu, adalah perbuatan baik atau jahat, susila atau tidak susila - Perbuatan yang menjadi sifat -> budi pekerti - Perbuatan dinilai pada 3 tingkat Niat -> Pekerti -> Hasil Watak kerja profesional - Menegakkan kehormatan profesi - Kemahiran teknis kualitas tinggi - Tunduk pada kode etik |
|
23. |
Senin 19 Oktober 2009 |
Zaenal Mustofa |
Tenaga Listrik |
08.00 – 12.00 |
Aspek penting tenaga Listrik - Tenaga listrik mempunyai peran yang sangat penting dan strategis dalam pembangunan ekonomi nasional - Ketenagakelistrikan bersifat padat modal, padat teknologi dan beresiko tinggi - Tenaga listrik mempunyai risiko membahayakan bagi manusia dan instalasi ketenagalistrikan, sehingga harus memperhatikan keselamatan
Pokok-pokok keselamatan ketenagalistrikan - Setiap kegiatan usaha ketenagalistrikan wajib memenuhi ketentuan mengenai keselamatan ketenagalistrikan - Kebutuhan tersebut meliiputi standarisasi, pengamanan instalasi tenaga listrik dan pengamanan pemanfaat listrik untuk mewujudkan kondisi andal dan aman bagi instalasi dan kondisi aman dari bahaya bagi manusia serta kondisi akrab lingkungan - Setiap instalasi tenaga listrik yang beroperasi wajib memiliki sertifikat laik operasi - Setiap pemanfaat tenaga listrik yang akan diperjual belikan wajib memiliki tanda keselamatan - Setiap tenaga teknik yang bekerja pada usaha ketenagalistrikan wajib memiliki sertifikat kompetensi Skema Bisnis - Contractor
- Owner
Permasalahan pengelolaan pembangkit Thermal - Kualitas dan kuantitas energy primer
- Pengelolaan Spare Parts
- Pengoperasian
Manajemen Operasi dan Mesin Pembangkit - Manajemen Operasi - Manajemen Pemeliharaan - Manajemen Supply Chain - Maintenance Enginnering ¤ Reliability-Availability-Maintainability (RAM) Improvement ¤ Efficiency Improvement - Life Cycle Cost Management Fungsi Operasi, Pemeliharaan, enginering - Operation, operate and delivered product - Maintenance, preserve the asset function - Enginering, close performance gap and improve
Keandalan >< kegagalan Functional failure - Kegagalan, ketidakmampuan asset atau sistem untuk memenuhi keinginan penggunanya. - Kegagalan fungsi, ketidakmampuan sistem atau asset untuk memenuhi fungsinya pada standar kinerja yang ditetapkan penggunanya Modus Kegagalan - Mengindikasikan bagaimana kegagalan terjadi pada sebuah peralatan atau sistem, apakah:
The hazard function - Menunjukkan risiko komponen yang gagal dalm hubungannya dengan waktu
Wear Out failure - Komponen gagal karena lifetime atau jam operasi - Mudah diprediksi atau diperkirakan waktunya - Mudah di-maintain:
Quality Failure - Kegagalan yang biasa terjadi pada awal operasi, diakibatkan oleh:
Stress Related Failure - Kegagalan komponen tidak berhubungan dengan umur - Biasanya terjadi akibat external &/unusual stress - Tidak dapat diprediksi - Maintenance :
Quality Failure
– Disain :
– Pembuatan & Fabrikasi
– Instalasi / pemasangan
– Pengujian
– Run to failure – Redisain – + Redundancy |
|
24. |
Selasa 20 Oktober 2009 |
Siti Jubaidah
|
Menulis Laporan Efektif (Effective Report Writing) |
08.00 – 17.00 |
- Memahami gambaran umum ruang lingkup penulisan laporan - Meningkatkan kemampuan dalam menulis laporan yang terstruktur, informatif, dan persuasif.
- Laporan adalah dokumen faktual dan objektif yang dipergunakan untuk tujuan tertentu (Bovee dan Thill) - Laporan adalah pesan-pesan yang objektif dan tersusun teratur, yang digunakan untuk menyampaikan informasi dari suatu bagian organisasi atau dari lembaga/institusi ke lembaga lain untuk pengambilan keputusan atau pemecahanan masalah (Himstreet dan Batty).
- Netral - Tidak Memihak - Objektif - Berisi penyampaian informasi baik intern maupun ekstern - Umumnya diminta oleh pihak yang memiliki wewenang lebih tinggi - Memiliki tujuan yang jelas, antara lain : membantu pemecahan masalah dan pengambilan keputusan, mengetahui perkembangan suatu masalah, pengawasan & perbaikan, menemukan teknik-teknik baru
- Fungsi : informasi dan analisis - Subjek : laporan akuntansi,lap kepegawaian - Formalitas: long dan short - Keaslian:otoritas,sukarela,publik,swasta - Frekuensi:berkala dan khusus - Jenis atau Penampilan: memo,surat,terformat,formal - Pelaksanaan Proyek : laporan pendahuluan,progress dan final - Pelaksanaan Pertemuan: agenda,resolusi (konsensus hasil pertemuan),notulen
- Informasi yang akurat - Mengisyaratkan adanya pertimbangan yang baik - Format, Gaya dan Organisasi laporan yang Responsif
- Objective (tujuan) - Reader (pembaca) - Information (keterangan) - Frame work (kerangka laporan) - Writing
- Untuk memonitoring/ pengendalian - Untuk memenuhi persyaratan legal - Pedoman untuk pengambilan keputusan atas isu tertentu - Mendokumentasikan pekerjaan yang dilakukan untuk klien - Memperoleh bisnis baru atau pendanaan
- Menentukan apa yang anda tulis dan bagaimana menulisnya - Memutuskan penggunaan informasi yang akan disajikan maupun yang tidak akan disajikan - Menggunakan tatanan bahasa yang seuai dengan level yang akan menerima laporan tersebut - Membantu dalam proses penulisan laporan (strukturnya)
- segi isi - gaya penulisan - level pembaca - untuk 1 orang ataulebih - tujuannya untuk membaca - berapa banyak waktunya untuk membacalaporan - informasi apa yang telah mereka ketahui
10. Magaimana mengenal pembaca - Bertemu dan berbicara dengan pembaca :
- Telepon / Email - Baca Laporan / tulisan pembaca - Tanya orang lain - Asumsikan secara cerdas 11. Bagaimana memperoleh informasi - Interview, suurvey, observasi - Publikasi (buku, artikel, dll) - Informasi teknologi - Pameran / perpustakaan 12. Jelaskan perbedaan sumber informasi sekunder dan primer dan berikan contohnya Informasi Primer informasi yang didapat secara lagsung misalnya interview, wawancara/bertanya langsung, sedangkan informasi sekunder merupakan informasi yang didapat melalui suatu media, baik koran maupun teknologi informasi, misalnya koran, internet . 13. Sebutkan dan jelaskan bagian-bagian dari kerangka laporan formal - Bagian Awal/ Prefatory Parts, terdiri dari judul, lembar pengesahan, ringkasan eksekutif, kata pengantar, daftar isi, daftar gambar/tabel. - Bagian Isi/The Body Text, terdiri dari pendahuluan, pembahasan, kesimpulan, dan saran. - Bagian Tambahan/ Supplementary Parts, terdiri dari daftar pustaka dan daftar istilah. 14. Jelaskan perbedaan informational report dan analytical report - Informational report bertujuan untuk memberikan/mengupdate informasi yang telah ada tanpa perlu melakukan evaluasi dari informasi, dengan kerangka karangan terdiri dari daftar isi, latar belakang, isi dan kesimpulan. - Analytical report memberikan rekomendasi dari kesimpulan yang didapatkan dari fakta-fakta yang diperoleh yang bertujuan untuk pemecahan masalah dan pengambilan keputusan, dengan kerangka karangan terdiri dari daftar isi, latar belakang, pembahasan, kesimpulan, rekomendasi dan lampiran. 15. Jelaskan jenis-jenis paragraf - Paragraf Deduktif : Paragraf yang gagasan utamanya terletak di awal paragraf dan diletakkan dalam kalimat pertama. - Paragraf Induktif: Paragraf yang gagasan utamanya terletak di akhir paragraf atau penutup paragraf itu. - Paragraf campuran - Paragraf narasi : Paragraf yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian. Dalam karangan atau paragraf narasi terdapat alur cerita, tokoh, setting, dan konflik. Paragraf naratif tidak memiliki kalimat utama. - Paragraf Deskriptif : Paragraf yang menggambarkan suatu hal, baik itu benda, peristiwa, keadaan, ataupun manusia dengan jelas dan terperinci. - Paragraf Eksposisi : Paragraf yang memaparkan suatu dengan sejelas jelasnya menggunakan contoh, grafik, serta berbagai bentuk fakta dan data lainnya untuk memperjelas masalah yang dikemukakan - Paragraf Argumentasi: Paragraf yang membuktikan kebenaran tentang sesuatu dengan mengemukakan alasan,contoh dan bukti-bukti yang kuat dan meyakinkan yang digunakan untuk mempengaruhi pembaca agar mereka menyetujui pendapat, sikap dll. 16. Jelaskan langkah-langkah membuat rangkuman dan apa perbedaan rangkuman dengan ikhtisar dan abstak Langkah-langkah menulis rangkuman:
Perbedaan antara rangkuman, ikhtisar dean abstrak
17. Jelaskan kerangka (frame work) standar dari suatu laporan yang bersifat analytical report Kerangka karangan analytical report terdiri dari:
18. Hal-hal apa saja yang harus dijelaskan dalam bab pendahuluan, bab pembahasan, dan bab penutup
19. Bagaimana cara membuat suatu rumusan masalah (jelaskan dengan contoh)
Contoh : Judul penelitian : “Pemupukan Padi Ladang dengan Menggunakan Pupuk K Rumusan masalahnya : “Apakah hasil padi ladang akan bertambah juka dipupuk dengan pupuk K?” 20. Bagaimana menilai suatu tulisan yang bersifat analytical (kaitan hubungan antara rumusan masalah, tujuan, manfaat, kesimpulan dan saran) Kerangka makalah, keselarasan antara perumusan masalah tujuan dan kesimpulan, keselarasan antara manfaat makalah dengan saran yang diberikan dan kesesuaian judul dengan seluruh isi makalah |
|
25. |
Rabu 21 Oktober 2009 |
Siti Jubaidah
|
Menulis Laporan Efektif (Effective Report Writing) |
08.00 – 17.00 |
Langkah-langkah menulis rangkuman Untuk dapat menghasilkan sebuah rangkuman yang baik, seorang penulis pemula perlu memperhatikan empat hal pokok, yaitu: (1)mampu membaca dengan baik bacaan yang akan dirangkum, (2)mampu memahami isi secara utuh terhadap bacaan yang akan dirangkum, (3)mampu menemukan ide-ide pokok ataupun kalimat topik dalam bacaan yang akan dirangkum, serta (4)mampu menyusun kembali ide-ide maupun kalimat topik yang telah ditemukan menjadi sebuah tulisan utuh dan koheren. Rumus untuk menentukan banyaknya halaman hasil rangkuman: Contoh : Panjang karangan asli (berupa kata) adalah: Jumlah halaman x Jumlah baris per halaman x Jumlah kata per baris = 250 x 35 X 9 kata = 78.750 kata. Panjang ringkasan berupa jumlah kata adalah: 78.750 : 10 = 7.875 kata. Panjang ringkasan berupa jumlah halaman ketikan adalah: - Jika kertas yang dipergunakan berukuran kuarto, - Jarak antar baris dua spasi, tiap baris rata-rata sembilan kata, pada halaman kertas kuarto dapat diketik 25 baris dengan jarak dua spasi, maka: - Jumlah kata per halaman adalah: 25x 9 kata = 225. - Jumlah halaman yang diperlukan adalah: 7.875:225 = 35 halaman. |
|
26. |
Kamis 22 Oktober 2009 |
Siti Jubaidah
|
Menulis Laporan Efektif (Effective Report Writing) |
08.00 – 17.00 |
Diskusi makalah |